Selasa, 16 November 2021 | 08:03 Wita

Kompas dan Jam Kehidupan

Editor: Firman
Share

Oleh: Syamril al Bugisyi, Rektor ITB Kalla

HidayatullahMakassar.id — Jika Anda akan melakukan perjalanan apalagi menjelajah alam dan di tangan Anda selain ada peta juga ada kompas dan jam, maka mana alat yang paling penting? Apakah kompas atau jam? Tentu saja pilihannya kompas. Mengapa? Kompas sebagai alat penentu arah bisa membantu untuk memastikan apakah arah perjalanan kita benar atau salah.

Mengapa bukan jam? Bukankah jam juga dibutuhkan untuk penenda waktu? Betul. Tapi jam baru berguna untuk mengukur kecepatan tiba di tujuan jika arah sudah benar. Intinya, arah dulu baru kecepatan. Untuk apa ngebut kalau salah jalan.

Demikian pula dalam hidup ini, ada kompas dan jam. Kompas kehidupan adalah penentu arah hidup kita mau ke mana. Itulah visi, misi, nilai-nilai, prinsip, norma dan hati nurani. Ia terkait bagaimana kita mengisi waktu dan mengarahkan kehidupan. Mengerjakan hal yang benar (do the right things). Sedangkan jam kehidupan adalah komitmen, janji-janji pertemuan, jadwal dan kegiatan. Semuanya terkait bagaimana kita mengatur jadwal kehidupan dan kesibukan kita.

Mari kita gali lebih jauh kompas kehidupan ini. Ada tiga kata kunci yang dapat disingkat dengan kata OMA yaitu orientasi, motivasi dan azas. Orientasinya apakah jangka pendek atau panjang. Apakah hanya dunia atau sampai kepada akhirat. Bagi kita kaum beriman yang percaya pada kehidupan setelah mati maka orientasi kita adalah dunia dan akhirat.

Jadi segala aktivitas yang kita lakukan dalam hidup bukan hanya untuk kenikmatan hidup di dunia tapi juga akhirat. Jika di dunia mata uangnya adalah rupiah, dollar dan lainnya maka di akhirat itu semua tidak berlaku. Mata uangnya adalah pahala. Oleh karena itu harus ada konversi amal kebaikan menjadi pahala.

Untuk itu butuh kunci kedua yaitu motivasi. Apa motivasi hidup agar sesuai dengan orientasi dunia dan akhirat? Jawabannya adalah mardhatillah, meraih ridha Allah. Ridha Allah dapat diraih jika menjalani hidup sesuai aturan-Nya. Jika ini menjadi motivasi maka segalanya akan bernilai ibadah. Hidup sebagai ibadah. Kerja juga ibadah. Akhirnya mendapatkan pahala untuk bekal ke akhirat.

Menjaga itu semua dalam rel yang benar maka butuh kunci ketiga yaitu azas tauhid laa ilaha illallah. Tiada tuhan selain Allah. Maknanya yakin bahwa semua dari Allah dan kembali kepada Allah. Segalanya milik Allah, dalam kendali Allah dan untuk Allah.

Dalam menjalani kompas kehidupan patut juga direnungi dua pertanyaan ini: apakah kita ingin menjadi lebih baik atau menjadi yang terbaik? Jika orientasi proses maka jawabannya adalah menjadi lebih baik. Jika orientasi hasil maka jawabannya adalah menjadi yang terbaik. Namun keduanya bisa dipadukan. Jalani hidup dengan terus berusaha menjadi lebih baik. Yakinlah pasti akan menjadi yang terbaik.

Selanjutmya mari kita bahas komponen kedua setelah kompas yaitu jam kehidupan. Hal ini terkait dengan waktu. Tabiat waktu adalah cepat berlalu, tak tergantikan, melenakan, momen, dan harta termahal manusia setelah iman.

Agar perjalanan hidup kita dapat mencapai tujuan dengan cepat maka perlu manajemen waktu yang baik. Prinsip utama manajemen waktu adalah gunakan waktu untuk melakukan hal yang paling bermanfaat dan bermakna, atau melakukan sesuatu yang membantu untuk mencapai cita-cita yang diinginkan.

Mari aktifkan kompas dan jam hidup kita. Lihat kembali visi, misi, nilai-nilai hidup Anda. Pastikan orientasi hidup Anda dunia dan akhirat. Motivasinya menggapai ridha Allah dan berazaskan tauhid. Jika itu semua telah siap maka aktifkan jam kehidupan dengan mengelola waktu dan aktivitas untuk meraih hidup yang sejahtera, bahagia dan berkah.■



BACA JUGA