Kamis, 25 Juni 2020 | 21:15 Wita

Nasihat Mulia

Editor: Firman
Share

■ Oleh : Rahim MayauSDM Yayasan Pendidikan Al Insyirah & Pimpinan Pesantren Lorong Raudhah Indonesia, Sekretaris Wilayah PARMUSI Provinsi Sulawesi Selatan

HidayatullahMakassar.id — “Tiga jenis bantuan yang saya ajukan untuk korban banjir bandang ketika menjadi relawan dulu ; Pertama sarung, karena bisa digunakan shalat dan multifungsi, kedua uang, agar bisa memilih apa yang paling dibutuhkan, dan ketiga Alqur’an terjemahan, supaya bisa menyikapi musibah dengan benar dan kembali kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.” 

Sepenggal cerita di atas disampaikan seorang ayah kepada anaknya yang melakukan penggalangan dana untuk banjir bandang.

Ketika akan berangkat membawa bantuan, ibunya mengingatkan,“ Nak, jaga shalatnya dan jangan lupa muraja’ah (mengulang hafalan Alqur’an).” 

Cerita dari sang ayah mengajarkan empati, bertindak efektif, dan menempatkan Allah pada posisi yang tertinggi dalam seluruh aktivitas.

Pesan ibu mengingatkan agar dalam kesibukan mengurus ummat jangan lupakan diri sebagai hamba Allah Subhanahu wa Ta’ala dan jangan lupakan prestasi di hadapan-Nya.

Dari cerita sang ayah dan pesan ibu terdapat kesamaan yakni baca Alqur’an, shalat, dan keyakinan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala sebagai Rabb semesta alam.

Membaca Alqur’an adalah amal shalih yang mengantarkan seorang hamba menjadikan Alqur’an hujjah dan peringatan. Sehingga setiap langkah kehidupannya adalah Alqur’an. Ia menyadari konsekwensinya, mengamalkan berarti bahagia dan menyelisihinya pasti celaka. “Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta” (QS. Thaaha: 124).

Mengingatkan kewajiban shalat pada anak adalah bagian dari ikhtiar dan harapan yang senantiasa orangtua pinta kehadirat Allah Subhanahu wa Ta’ala dikala sujud terakhir, sebelum salam, dan pada waktu-waktu mustajab,“Ya Robbku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang yg tetap melaksanakan sholat. Ya Robb kami, perkenankanlah doaku”(Q.S. Ibrahim 40 )

Menempatkan Allah sebagai tujuan dalam seluruh aktivitas,” Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama dengan lurus, dan supaya mereka mendirikan salat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus. (Al-Bayyinah: 5)

Pesan dan cerita orangtua kepada anak yang terintegrasi dengan ketetapan Allah Subhanahu wa Ta’ala dan Rasul-Nya, adalah nasihat mulia, penuh berkah dan menyelamatkan,

“Aku telah tinggalkan pada kamu dua perkara. Kamu tidak akan sesat selama berpegang kepada keduanya, (yaitu) Kitab Allah dan Sunnah Rasul-Nya. (H.R. Malik; al-Hakim, al-Baihaqi, Ibnu Nashr, Ibnu Hazm. Dishahihkan oleh Syaikh Salim al-Hilali).■



BACA JUGA