Rabu, 10 Agustus 2022 | 09:27 Wita

Menulis Bervisikan Membangun Peradaban Islam

Editor: Humas DPW Hidayatullah Sulsel
Share

Oleh : Muhammad Saleh SS MIKom, Ketua Dept Pengkaderan DPP Hidayatullah

OPINI, HidayatullahMakassar.id — Masya Allah tabarakallah luar biasa diskusi peradaban di kantor pusat dakwah Hidayatullah. Patut diapresiasi mujahadah panitia menghadirkan dua panelis yang ahli di bidangnya. 

Pembicara pertama Dr. Tasyrif Amin M.Pd adalah pakar peradaban Islam yang mendorong dan mengantar kita untuk menjadi sosok yang memiliki prinsip hidup yang berasis pada nilai wahyu. 

Dalam kaitan dengan diskusi ini seorang penulis dituntut untuk memiliki visi yang jelas, yaitu membangun peradaban Islam. 

Kemudian selanjutnya pembicara kedua mengantar dan memotivasi kita untuk bisa segera menjadi seorang penulis, tanpa tapi tanpa nanti, tanpa harus menunda-nunda waktu, harus segera menulis. 

Beliau menyatakan bahwa: “Wahai para dai tulislah yang Anda ceramahkan dan ceramahkanlah yang anda tulis”. Luar biasa terasa ada spirit baru untuk kita segera bangkit dan menorehkan pena dan melahirkan sebuah karya monumental untuk generasi masa yang akan datang. 

Visi hidup kita adalah membangun peradaban Islam, bagaimana agar penulis itu tidak sekadar targetnya menulis yang penting menulis tapi bagaimana pemateri tekankan agar kita bisa menjadi penulis yang memiliki visi dan cita-cita besar. 

Sesuai dengan tema diskusi pada forum ini adalah bagaimana membangun peradaban Islam. Maka dari itu seorang penulis yang hebat adalah mereka yang memiliki visi yang jelas misi yang konkret yaitu selalu berpikir bagaimana mewujudkan bangunan peradaban Islam. 

Sebagai kader yang hebat, diharapkan bisa menjadi komunikator yang optimal dalam mengirim pesan tidak hanya melalui lisan, akan tetapi harus bisa menuangkan ide dan gagasan besar melalui tulisan. 

Sehingga visi besar ini bisa ditangkap dan dipahami oleh generasi berikutnya. Apatah lagi membayangkan bangunan peradaban Islam itu adalah sesuatu yang sangat ideal.

Biasanya sebuah idealisme itu membutuhkan waktu yang panjang sehingga memang sesuatu yang mutlak harus kita hadirkan pada saat ini adalah bagaimana membangun kesadaran menulis pada kader-kader yang bisa mempercepat proses terwujudnya peradaban Islam. 

Dengan demikian estafet perjuangan bisa terasa progresnya dari waktu ke waktu. Akan terasa adanya kemajuan, ada lompatan-lompatan pada setiap generasi. 

Secara pelan tetapi pasti pergerakan selalu menuju kepada titik terang, yaitu terbangunnya peradaban Islam yang kita dambakan. 

Apresiasi secara khusus kami sampaikan kepada dua panelis, Dr. Tasyrif Amin M.Pd dan Drs.Ahmad Yani, kita haturkan jazakumullah Khairal jazaa atas keikhlasannya dalam menyampaikan ilmunya kepada kita semuanya. 

Semoga para kader bisa segera menangkap pesan yang disampaikan oleh dua komunikator handal kita dan selanjutnya apa yang sudah kita pahami ini bisa menjadi bekal dan acuan untuk melangkah dan benar-benar menjadi seorang penulis yang idealis.

Dan insya Allah secara otomatis apa yang kita lakukan ini akan menjadi amal jariyah buat dua pemateri kita biiznillahi ta’aala. Kita sangat optimis, diskusi peradaban berikutnya akan semakin menarik dan menggairahkan. Aamin…Wallahu A’lam.(*)