Senin, 8 Agustus 2022 | 09:19 Wita

Bacaan Shalawat Kepada Nabi Dalam Shalat

Editor: Firmansyah Lafiri
Share

Oleh: Ust Abdul Qadir Mahmud MA, Kadep Dakwah & Pelayanan Ummat dan Wakil Ketua STAI Al Bayan Yayasan Al Bayan Hidayatullah, Makassar

KAJIAN BHULUGHUL MARAM: KITAB SHALAT BAB SIFAT SHALAT (Hadits ke 336)

KAJIAN, HidayatullahMakassar — Dari Abu Mas’ud Al-Anshari radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Basyir bin Sa’ad berkata,

عَنْ أَبِي مَسْعُودٍ الأَنْصَارِي رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ بَشِيرُ بْنُ سَعْدٍ: يَا رَسُولَ اللهِ! أَمَرَنَا اللهُ أَنْ نُصَلِّيَ عَلَيْكَ، فَكَيْفَ نُصَلِّي عَلَيْكَ؟ فَسَكَتَ، ثمَّ قَالَ: «قُولُوا: اللّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلّيْتَ عَلَى آلِ إبْرَاهِيمَ، وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى آلِ إبْرَاهِيمَ فِي الْعَالَمِينَ إنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ. وَالسَّلاَمُ كَمَا عَلِمْتُمْ». رَوَاهُ مُسْلِمٌ.
وَزَادَ ابْنُ خُزَيْمَةَ فِيهِ: فَكَيْفَ نُصَلِّي عَلَيْكَ، إذَا نَحُنُ صَلَّيْنَا عَلَيْكَ فِي صَلاَتِنَا؟

“Wahai Rasulullah, Allah memerintahkan kepada kami untuk bershalawat kepadamu, bagaimanakah cara kami bershalawat kepadamu?” Beliau diam kemudian bersabda, “Ucapkanlah: allahumma sholli ‘alaa muhammad wa ‘alaa aali muhammad, kamaa shallaita ‘alaa aali ibraahiim, wa baarik ‘alaa muhammad, wa ‘alaa aali muhammad, kamaa baarakta ‘alaa aali ibraahiim, fil ‘aalaamiina innaka hamiidun majiid.

“Ya Allah, limpahkanlah rahmat atas Muhammad dan keluarganya sebagaimana telah Engkau limpahkan rahmat atas keluarga Ibrahim. Berkahilah Muhammad dan keluarganya sebagaimana Engkau telah memberkahi keluarga Ibrahim. Di seluruh alam ini, Engkau Maha Terpuji dan Mahaagung]. Kemudian ucapan salam (keselamatan) sebagaimana yang telah kalian ketahui (atau yang telah aku ajarkan kepada kalian).” (Diriwayatkan oleh Muslim)

Ibnu Khuzaimah menambahkan didalamnya, “Bagaimanakah cara kami bershalawat kepadamu jika kami bershalawat kepadamu di dalam shalat?” [HR. Ibnu Khuzaimah].

Faidah Hadits

▪️ Perkataan sahabat “Allah memerintahkan kepada kami untuk bershalawat kepadamu…” menjadi dalil wajibnya bershalawat kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

▪️ Hadits ini menunjukkan bahwa masalah yang ditanyakan adalah cara membaca shalawat bukan hukumnya, karena para sahabat telah memahami bahwa perintah bershalawat terdapat dalam Al-Qur’an. Karena itu Rasulullah mengajarkan ucapan atau bacaan shalawat kepada beliau.

▪️ Maksud shalawat kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah pujian dan sanjungan kepada beliau.

▪️ Yang dimaksud keluarga Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah; Pertama adalah pengikut dari keluarga dekat beliau. Karena keluarga dekat yang mengikuti Nabi Muhammad memiliki sisi keutamaan sebagai pengikut dan sebagai keluarga dekat. Kedua adalah; yang mengikuti beliau dalam hal agama.

▪️ Bacaan shalawat terdapat beragam lafazh dari riwayat yang berbeda, sehingga bisa memilih dengan lafazh riwayat Abu Mas’ud Al-Anshari ini atau dengan lafazh yang lain. Namun demikian,hendaknya membatasi shalawat pada lafazh yang memiliki dalil tanpa menambah atau mengurangi.

▪️ Shalawat kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam disyari’atkan dalam shalat, baik shalat wajib maupun shalat sunnah. Dibaca pada tasyahud awal dan pada tasyahud akhir. Imam Asy-Syafi’i berpendapat bahwa hukum membaca shalawat pada tasyahud awal adalah sunnah dan wajib pada tasyahud akhir karena merupakan rukun shalat.

▪️ Shalawat kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah setelah bacaan tasyahud (setelah lafazh syahadatain) dan sebelum berdoa. Wallahu a’lam bish shawwab.(*)



BACA JUGA