Jumat, 21 Agustus 2020 | 07:56 Wita

Maqam Ibrahim Bukti dan Pengingat untuk Ikhlasan Bertaqwa

Editor: Firman
Share

■ Tafsir As Sa’di Surah Al Baqarah Ayat 125

HidayatullahMakassar.id — Kajian rutin Tafsir As Sa’di oleh Ust Hendra Wijaya Lc MH di Masjid Umar Al Faruq Hidayatullah Makassar telah memasuki pembahasan Surah Al Baqarah ayat 124 hingga 126.

 وَإِذْ جَعَلْنَا ٱلْبَيْتَ مَثَابَةً لِّلنَّاسِ وَأَمْنًا وَٱتَّخِذُوا۟ مِن مَّقَامِ إِبْرَٰهِۦمَ مُصَلًّى ۖ وَعَهِدْنَآ إِلَىٰٓ إِبْرَٰهِۦمَ وَإِسْمَٰعِيلَ أَن طَهِّرَا بَيْتِىَ لِلطَّآئِفِينَ وَٱلْعَٰكِفِينَ وَٱلرُّكَّعِ ٱلسُّجُودِ 

Arti: Dan (ingatlah), ketika Kami menjadikan rumah itu (Baitullah) tempat berkumpul bagi manusia dan tempat yang aman. Dan jadikanlah sebahagian maqam Ibrahim tempat shalat. Dan telah Kami perintahkan kepada Ibrahim dan Ismail: “Bersihkanlah rumah-Ku untuk orang-orang yang thawaf, yang i’tikaf, yang ruku’ dan yang sujud”.

Syaikh Abdurrahman bin Nashir As Sadi menafsirkan ayat ini bahwa kabah sebagai tempat kembali yang selalu dirindukan, aman bagi segala sesuatu. 

Sebagaimana kita ketahui sekarang Makkah sebagai Tanah haram sebagai tempat paling aman dan aman hingga akhir zaman tak akan dimasuki Dajjal.

Dan selamanya syariat haji diperintahkan dilaksanakan di Makkah. Keamanan Makkah merupakan satu dari tujuh doa Nabi Ibrahim yang siijabah Allah dan bisa kota rasakan hingga saat ini.

Kemudian Allah perintahkan bekas berdirinya Ibrahim (maqam, satu tempat bekas kaki Ibrahim berdiri meninggikan tembok kakbah) oleh sebagian ulama memberikan hikmah maqam Ibrahim sebagai bukti keikhlasan. Ada bekas sebagai tanda pengingat sebagai balasan kepada Nabiullah Ibrahim. Selain balasan di akhirat.

—000—

Selengkapnya dikutip dari Tafsir As Sa’di menjelaskan malna ayat ini :

Ayat-ayat ini masih dalam konteks pengingat kepada kaum musyrikin dan ahli kitab tentang Ibrahim ‘alaihissalam, bapak para nabi dan pemimpin orang-orang yang bertauhid, tentang sejarah perjalanannya yang baik dan terpuji, serta sikap-sikapnya yang menunjukkan tegarnya keimanan, untuk menunjukkan batilnya pengakuan ahli kitab dan kaum musyrikin bahwa mereka mengikuti agama Ibrahim, hanya sekedar kedustaan belaka. 

Karena Ibrahim ‘alahissalam seorang yang bertauhid sedangkan mereka menyekutukan Allah. Beliau seorang yang beriman sedangkan mereka kafir. Allah Ta’ala berkata kepada nabiNya,”Jelaskan kepada mereka bagaimana Kami jadikan Ka’bah sebagai tempat berkumpulnya manusia, mereka datang secara berbondong-bondong pada setiap waktu untuk berhaji atau melakukan umrah, dan mereka merasakan aman pada jiwa, harta, dan kehormatannya setiap kali mereka memasukinya.” 

Kami perintahkan kepada mereka yang datang untuk berhaji atau melakukan ibadah umrah agar melaksanakan shalat pada bekas pijakan kaki nabi Ibrahim (Maqam Ibrahim). 

Oleh karena itu bagi setiap orang yang melakukan thawaf, disunnahkan untuk melakukan shalat dua raka’at di belakang maqam Ibrahim. Begitu juga kami wasiatkan sebelumnya kepada Ibrahim dan anaknya Isma’il agar membersihkan Ka’bah dari segala jenis kotoran baik yang bersifat maknawi seperti berhala, dan beribadah kepada selain Allah, maupun kotoran yang nampak seperti najis, sampah, air kencing, sehingga orang-orang yang melakukan thawaf, shalat, i’tikaf, dapat melaksanakan ibadah tanpa ada gangguan dan kesulitan apapun. 

Inilah kandungan ayat (125). 

Pelajaran dari ayat : 

• Anugerah dari Allah karena menjadikan Ka’bah sebagai tempat kembali dan memberikan jaminan keamanan bagi manusia, wajib untuk disyukuri oleh orang-orang yang beriman. 

• Salah satu sunnah bagi orang yang thawaf adalah shalat 2 raka’at di belakang maqam Ibrahim 

• Kewajiban menjaga Ka’bah dan Masjidil Haram dari bahaya yang bisa menimpa orang yang thawaf, i’tikaf, ruku’ dan sujud di dalamnya.■ fir/bersambung

Referensi: https://tafsirweb.com/560-quran-surat-al-baqarah-ayat-125.html



BACA JUGA