Jumat, 28 Februari 2025 | 07:31 Wita

Ramadhan, Puasa dan Al Quran

Editor: admin
Share

• Oleh : Dr Abdul Qadir Mahmud MPdI, Ketua STAI Al Bayan Hidayatullah Makassar

HidayatullahMakassar.id  — Ada dua informasi penting bagi umat Islam yang terkonfirmasi langsung dari Allah ﷻ terkait dengan bulan Ramadhan

Pertama, kewajiban berpuasa sebagaimana difirmankan dalam al-Qur’an QS. al-Baqarah/2 :183

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ كُتِبَ عَلَيْكُمُ ٱلصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

“Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”

Kedua, Ramadhan juga menjadi bulan diturunkannya Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia:

شَهْرُ رَمَضَانَ ٱلَّذِىٓ أُنزِلَ فِيهِ ٱلْقُرْءَانُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنَٰتٍ مِّنَ ٱلْهُدَىٰ وَٱلْفُرْقَانِ

“Bulan Ramadhan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu serta pembeda (antara yang benar dan yang batil).” (QS. al-Baqarah: 185)

Dengan demikian, bulan Ramadhan yang penuh berkah ini bukan hanya waktu diwajibkan berpuasa bagi orang beriman, akan tetapi juga menjadi momen terbaik untuk meningkatkan interaksi dengan al-Qur’an, baik melalui tilawah, tadabbur, hafalan, maupun pengamalan dalam kehidupan sehari-hari.

Para salafus shalih bahkan mengkhususkan Ramadhan untuk memperbanyak membaca dan mengkaji al-Qur’an, sehingga sudah seharusnya kita menjadikan bulan Ramadhan yang akan datang sesaat lagi sebagai ajang untuk meningkatkan interaksi dengan wahyu Allah selain melaksanakan kewajiban berpuasa.

Dalam hadits riwayat Ahmad, Rasulullah ﷺ bersabda:

ﺍﻟﺼِّﻴَﺎﻡُ ﻭَﺍﻟْﻘُﺮْﺁﻥُ ﻳَﺸْﻔَﻌَﺎﻥِ ﻟِﻠْﻌَﺒْﺪِ ﻳَﻮْﻡَ ﺍﻟْﻘِﻴَﺎﻣَﺔِ، ﻳَﻘُﻮﻝُ ﺍﻟﺼِّﻴَﺎﻡُ : ﺃَﻱْ ﺭَﺏِّ، ﻣَﻨَﻌْﺘُﻪُ ﺍﻟﻄَّﻌَﺎﻡَ ﻭَﺍﻟﺸَّﻬَﻮَﺍﺕِ ﺑِﺎﻟﻨَّﻬَﺎﺭِ، ﻓَﺸَﻔِّﻌْﻨِﻲ ﻓِﻴﻪِ، ﻭَﻳَﻘُﻮﻝُ ﺍﻟْﻘُﺮْﺁﻥُ : ﻣَﻨَﻌْﺘُﻪُ ﺍﻟﻨَّﻮْﻡَ ﺑِﺎﻟﻠَّﻴْﻞِ، ﻓَﺸَﻔِّﻌْﻨِﻲ ﻓِﻴﻪِ، ﻗَﺎﻝَ : ﻓَﻴُﺸَﻔَّﻌَﺎﻥِ

“Puasa dan Al-Qur’an akan memberi syafaat kepada seorang hamba pada hari kiamat. Puasa berkata, ‘Wahai Rabb-ku, aku telah menahannya dari makan dan syahwat pada siang hari, maka izinkan aku memberi syafaat untuknya.’ Dan Al-Qur’an berkata, ‘Aku telah menahannya dari tidur pada malam hari, maka izinkan aku memberi syafaat untuknya.’ Maka keduanya pun memberi syafaat.” (Shahih at-Targhib)

Dalam hadits lain dari Abu Umamah ra, dia berkata;

سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : اِقْرَؤُوْا القُرْآنَ فَإِنَّهُ يَأْتِي يَوْمَ القِيَامَةِ شَفِيْعًا لِأَصْحَابِهِ . رَوَاهُ مُسْلِمٌ

… Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallambersabda, “Bacalah Al-Qur’an karena pada hari kiamat, ia akan datang sebagai syafaat untuk para pembacanya.” (HR. Muslim).

Hadits Rasulullah di atas menunjukkan betapa tingginya kedudukan puasa dan al-Qur’an bagi seorang mukmin. Selain Puasa, al-Qur’an akan menjadi saksi dan pembela di hadapan Allah bagi orang yang bersungguh-sungguh berintraksi dengan al-Qur’an.

Meningkatkan Interaksi dengan al-Qur’an di Bulan Ramadhan

Agar Al-Qur’an benar-benar kelak memberi syafaat, kita perlu memperkuat hubungan dengannya selama Ramadhan. Ada beberapa langkah yang bisa kita lakukan untuk semakin dekat dengan Al-Qur’an di bulan yang penuh berkah ini, di antaranya:

1. Meningkatkan Tilawah – Membaca al-Qur’an setiap hari dengan target tertentu agar bisa mengkhatamkannya di bulan Ramadhan.

2. Mentadabburi Makna – Tidak sekadar membaca, tetapi juga memahami isi kandungannya agar dapat diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

3. Menghafal dan Muraja’ah – Menjadikan Ramadhan sebagai momentum untuk menambah hafalan atau memperkuat hafalan yang sudah ada.

4. Mengamalkan dalam Kehidupan – Menghidupkan ajaran al-Qur’an dalam setiap aspek kehidupan, baik dalam ibadah, akhlak, maupun muamalah.

5. Mengajak Keluarga dan Masyarakat – Membiasakan keluarga membaca dan mempellajari serta menjadikan al-Qur’an sebagai pedoman dalam kehidupan keluarga dan masyarakat.

Ramadhan adalah kesempatan terbaik untuk kembali kepada al-Qur’an, menjadikannya pedoman utama dalam hidup, dan meraih keberkahan serta syafaatnya di dunia dan akhirat. Semoga Allah ﷻ menjadikan kita termasuk hamba-Nya yang selalu dekat dengan al-Qur’an dan memperoleh syafaatnya kelak. Aamiin.(*) 



BACA JUGA