Rabu, 6 Desember 2023 | 08:26 Wita

In Memorium Hanif Almaruf, Pekerja Keras Pantang Mengeluh

Editor: admin
Share

HidayatullahMakassar.id — Hanif Alma’ruf adalah sosok pekerja keras yang pantang mengeluh. (sebelum didera sakit karena kecelakaan menimpa merupakan Kepala Departemen Kampus Yayasan Al Bayan Hidayatulllah Makassar).

Ia selalu tersenyum merekah dengan sikap akrab dan senantiasa merendah ketika bertemu dengan siapa saja, tanpa membedakan status orang yang ditemuinya. Seperti itulah kesan yang tertanam pada siapapun yang mengenalnya.

Sang istri menjadi pendampingnya, adalah sosok wanita tangguh dan sangat penyayang. Kesetiaan dan ketekunannya benar-benar teruji, saat suami jatuh sakit dalam rentang waktu yg tidak dapat dikatakan singkat. Terlebih harus pula mengurus sekian anak yg masih sangat butuh perhatian sang Ibu tercinta.

Aminah (Ummu Nizar) adalah santri “istimewa” bagi kami yg bertugas di Hidayatullah Palu ketika itu, khususnya saat anak kedua kami dilahirkan, sementara anak pertama masih sangat butuh perhatian. Saya yang ketika itu mendadak harus ke Balikpapan untuk membesuk Alm. Ust. Abdullah Said kala pertama kali jatuh sakit dan dirawat di RS. Pertamina di 1996, kemudian sakitnya terus berkelanjutan hingga Beliau wafat.

Hanif Alma’ruf, disamping aktif di Team SAR Hidayatullah dengan sekian tugas tambahan, ikut serta membantu kaum Muslimin di Poso saat mereka tertindas dan mengalami tindak pendzaliman luar biasa.

Kecintaan saudara seiman dan khususnya keluarga dekat, akhirnya harus ikhlas menerima takdir ketentuan Ilahi, semalam waktu pengabdiannya di dunia telah berakhir, kami semua merasa sangat kehilangan.

Sejak kabar hembusan napasnya terakhir tersebar, berbagai grup medsos di Hidayatullah ramai memberitakan dilengkapi dengan doa-doa terbaik termunajatkan, agar sang Mujahid diampuni segala khilafnya sebagai manusia biasa, dan diterima serta mendapatkan ganjaran terbaik dari Allah atas amal soleh telah ditorehkan.

Terkhusus buat keluarga Alm. (Istri dan putra putrinya) semoga diberi kekuatan menjalani salah satu episode kehidupan yang tidak mungkin bisa dielakkan, dan semoga Allah mempertemukan mereka kembali dan kita semua, di surga firdausNya. Allahumma Aamiin.

*) Oleh Akib Junaid Qahar dari akun facebooknya