Jumat, 7 Oktober 2022 | 09:24 Wita

Hidayatullah dan Asa Membina Pemimpin Berakhlak Qurani

Editor: Humas DPW Hidayatullah Sulsel
Share

Oleh : Ust Suwito Fatah MM, Ketua Yayasan Al Bayan Hidayatullah Makassar

OPINI, HidayatullahMakassar.id — Pesantren Hidayatullah lahir pertama kali di Balikpapan Kaltim pada 1973. Didirikan oleh KH Abdullah Said, seorang ulama berasal dari Sulsel.

Dalam perkembangannya Hidayatullah mendirikan banyak cabang di berbagai pelosok Nusantara. Sejak tahun 2000 seluruh pesantren Hidayatullah terwadahi di bawah payung ormas Hidayatullah.

Alhamdulillah hingga saat ini terdapat 643 pesantren yang tersebar di 34 provinsi dan 399 kabupaten/kota di seluruh Indonesia. Salah satunya Pesantren Ummul Quro Hidayatullah Tompobulu Pucak Maros.

Dalam lingkungan Pesantren Hidayatullah Tompobulu seluas 23 ha, selain terdapat unit pesantren Tahfidzul Qur’an, juga terdapat area yang disetting khusus menjadi tempat wisata religius Wadi Barakah (lembah yang penuh berkah), yang pembangunan fasilitasnya masih pada tahap awal.

Insya Allah nanti akan ada lokasi camping, outbond untuk semua umur, penginapan, agrowisata dan lainnya.

Jumlah santri di pondok Tahfizh putra di bawah binaan Yayasan Al Bayan Hidayatullah Makassar itu saat ini sebanyak 150 orang.

Alhamdulillah beberapa alumni santri sudah menjadi tentara dan berbagai profesi lainnya. Ada yang bertugas di Lebanon, kalimantan dan beberapa daerah.

Animo masyarakat untuk memasukkan anaknya di Pesantren Hidayatullah Tompobulu cukup besar, tapi harus dibatasi karena keterbatasan sarana dan prasarana atau fasilitas seperti asrama dan gedung sekolah.

Insya Allah akan dibangun asrama 3 lantai dengan total biaya Rp 5,4 miliar. Semoga pembangunan Asrama ini menjadi jejak kebaikan dan amal jariyah kita semua untuk mempersiapkan kader pemimpin masa depan yang memiliki akhlak Al Quran untuk pembangunan bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila yang kita cintai.(*)

*) Disarikan dari pidato sambutan pada peletakan batu pertama pembangunan asrama santri Hidayatullah Tompobulu



BACA JUGA