Minggu, 2 Oktober 2022 | 11:12 Wita

Pangdam Hasanuddin dan Bupati Maros Letakkan Batu Pertama Pembangunan Asrama Ponpes Hidayatullah Tompobulu. Juga Motivasi Santri, Ini Pesannya

Editor: Humas DPW Hidayatullah Sulsel
Share

Hidayatullah Makassar id — Panglima Kodam XIV Hasanuddin Mayjen TNI Dr H Totok Imam Santoso SIP SSos MTr (Han) dan Bupati Maros Chaidir Syam mengunjungi Pondok Pesantren (Ponpes) Ummul Qura Tahfiz Putra Hidayatulluh Tompobulu Pucak Maros, Sabtu (1/10/2022).

Pada kunjungan tersebut Pangdam dan orang nomor satu Maros itu melakukan peletakkan batu pertama pembangunan asrama santri.

Tampak hadir mendampingi dan juga turut melakukan peletakan batu pertama secara simbolis jajaran Pejabat Utama Kodam Hasanuddin, jajaran Pangkotama (Pangdivis 3 Kostrad, Pangkoopsud dan Danlantamal), Forkopimda Sulsel dan Forkopinda Maros di antaranya Ketua DPRD Maros, hingga jajaran Dan/Kabalakdam.

Pangdam Hasanuddin Mayjen Totok Imam Santoso menyampaikan tausyiah motivasi kepada santri

Ketua Yayasan Al Bayan Hidayatullah Makassar Ust Suwito Fatah MM di hadapan jajaran panglima dan pejabat usai shalat magrib di masjid ponpes menjelaskan, pembangunan asrama santri sebagai upaya pihaknya melengkapi fasilitas pondok yang kini dididik 150an santri.

“Antusias masyarakat cukup tinggi mengamanahkan anaknya ke pondok kami namun dibatasi oleh fasilitas yang belum cukup untuk kebutuhan mereka,” jelasnya.

Asrama santri yang akan diberi nama Asrama Hasanuddin tersebut direncanakan pembangunan dengan konstruksi tiga lantai yang memungkinkan menampung 210 santri

“Semoga dengan ketersediaan fasilitas yang terus dibangun dengan partisipasi dan bantuan semua pihak, anak-anak kita para santri menjadi para penghafal Qur’an yang turut berpartisipasi membangun dan menjaga NKRI,” tambah Ust Suwito.

Hadir pula pada kesempatan tersebut jajaran pengurus Yayasan Al-Bayan Hidayatullah Makassar, Badan Pengelola Pesantren Ummul Qura Hidayatullah Tompobulu, Dirut Wadi Barakah Muaz Yahya dan jajaran direksi, Ketua DPW Hidayatullah Sulsel Ust Nashri Bukhari MPd dan jajaran, serta Kepala Laznah BMH Sulsel Kadir dan jajarannya.

Pada kesempatan yang sama, Mayjen Totok turut memberikan tausiyah motivasi kepada para santri.

Peletakkan batu pertama pembangunan asrama santri tersebut sebagai rangkaian kegiatan bakti sosial program charity event Overland Hasanuddin memperingati HUT TNI 77 dan National Championship IOF seri 4 di kawasan agrowisata Wadi Barakah Hidayatullah.

“TNI khususnya kami di Kodam Hasanuddin mengajak dan membuka diri bersama pesantren mendidik dan mewujudkan cita-cita santri, antara lain melalui program kemanunggalan maupun Secapa Santri Tahfizh,” ungkapnya.

Menurutnya, menjadi santri sudah tepat. Tapi harus menjadi santri benar dengan pemahaman Islam dan implementasinya. “Santri bisa menjadi seorang jenderal. Asal dari sekarang memperbaiki karakter, ibadah tekun, jalin hubungan sesama, jaga pola hidup dan kondisi fisik serta kesehatannya,” tambahnya.

“Mohon doa dari (pengurus dan santri) Hidayatullah agar TNI terus lurus menjaga NKRI. Mari kuatkan terus kolaborasi beri manfaat kepada masyarakat dan mengisi kemerdekaan. Jadilah Islam yang mencintai NKRI yang ber-Pancasila dan sesuai UUD 1945,” tegasnya.

Kejurnas Offroad IOA berlangsung sejak kemarin hingga Ahad (1/10/2022) sore ini. Diikuti 26 klub se-Indonesia.(fir)


Tags:

BACA JUGA