Senin, 19 September 2022 | 17:04 Wita

Peradaban Islam. Empat Sebab Degradasi Peradaban dan Paradigma Rekonstruksi ala Hidayatullah. Bag 3

Editor: Humas DPW Hidayatullah Sulsel
Share

Oleh : Dr H Tasyrif Amin MPd, Ketua Dewan Murabbi Pusat Hidayatullah dan pendiri Yayasan Al Bayan Hidayatullah Makassar

OPINI, HidayatullahMakassar.id — Awal datangnyanya Islam dalam proses kebangkitan sangat ideal. Seluruh sisi dimensi ajaran Islam terpenuhi dengan baik. Misalnya di Baghdad, Spanyol dan penaklukan Konstantinopel, Islam hadir di situ dengan “udkhulu fissilmi kaffah”.

Ada 4 catatan penting penyebab terjadinya degradasi peradaban dari nilai ideal ke nilai yang terkontaminasi.

Pertama, ketika para pemimpin moral berubah sangat drastis. Ibnul Khaldun mengatakan “Agamanya rakyat tergantung agama pemimpinnya.”

Kedua, jika ummat sudah kelewat mencintai dunia. Ketiga, terjadi perang saudara. Peradaban Islam di Spanyol awal kehancurannya ketika muncul pemimpin zona-zona kecil dan saling berperang memperebutkan kekayaan.

Keempat ketika banyak kelompok-kelompok yang berseteru bekerjasama dengan idiologi dan agama lain untuk menghancurkan saudaranya sesama Islam. Sebagaiaman terjadi di Baghdad, Syiriah saat ini

Keniscayaan ini juga berlaku terhadap peradaban lain. Di negara kita ada orang-orang bersatu padu lakukan perlawanan pada dakwah tiba-tiba mereka saling berhadapan satu sama lainnya.

Begitu juga Islam sebelumnya bersatu tapi ketika tidak ada pencerahan, tarbiyah dan dakwah lalu saling mengklaim kelompoknya lebih baik dan paling benar.

Kemudian di Surah Maryam : 59

۞ فَخَلَفَ مِنْۢ بَعْدِهِمْ خَلْفٌ اَضَاعُوا الصَّلٰوةَ وَاتَّبَعُوا الشَّهَوٰتِ فَسَوْفَ يَلْقَوْنَ غَيًّا ۙ

“Kemudian datanglah setelah mereka pengganti yang mengabaikan salat dan mengikuti keinginannya, maka mereka kelak akan tersesat,

Jadi ada dua indikator sebuah generasi disebut sebagai generasi perusak peradaban, ketika dia menyia-nyiakan shalat dan memperturutkan hawa nafsunya.

Maka perlu dikuatkan sistem untuk pertahankan karunia Allah dan harus ada kaderisasi.

Pernah ada riset terhadap partai besar yang pernah ada di Indonesia mengapa alami kemunduran bahkan hilang ? Jawabannya karena orangtuanya tak wariskan idiologi atau kaderisasi kepada anak biologisnya

Maka allahuyarham Abdullah Said pendiri Hidayatullah datang dengan visi merekonstruksi peradaban Islam dengan mengedepankan paradigma kehadirannya membangun dengan manhaj Nabawi.

Maka Hidayatullah sebagai lembaga perjuangan paling inti dituntut konsistensi melakukan transformasi manhaj. Di sana ada lima tahapan transformasi yang sistematis dan sistemik.

Pertama, harus penanamkan aqidah, dari kesadaran ilahiah (iqra). Diepistimologi barat kesadaran yang dibangun biasa saja dengan indra dan akal, tapi di Islam manhaj nabawi dengan dia melihat, berpikir dan merenung disandarkan pada kebenaran yang Allah turunkan dalam wahyu.

Kedua, tentu kita bertanya untuk apa meyakini Allah? Maka kemudian Allah menurunkan wahyu kedua sebagai jawabannya, bahwa wahyu diturunkan untuk tata kehidupan ummat manusia. Maka ada pertarungan wahyu dari Allah dan hasil pemikiran manusia.

Allah berfirman dalam surah Al-Qalam Ayat 2
مَآ أَنتَ بِنِعْمَةِ رَبِّكَ بِمَجْنُونٍ

“Berkat nikmat Tuhanmu kamu (Muhammad) sekali-kali bukan orang gila.

Sepanjang kita berpegang pada Wahyu Allah, hidup kita akan nikmat dan sebaliknya dengan mengingkari wahyu Allah hidupmu gila.

Lalu bagiaman mewujudkan wahyu allah untuk menata kehidupan ini ?, tidak ada jalannya kecuali bagi para penggerak dan kader dakwah “naik menemui” Allah yang paling tahu solusi kehidupan ini.

Maka Abdullah Said dan shabatnya melakukan shalat malam rata-rata empat jam. Karena sadar betul untuk merekonstruksi peradaban Islam ini tidak cukup dengan akal harus dengan kekuatan dari Allah dengan shalat tahajud.

Kemudian bangkit beri peringatan dan berdakwah, bangun jamaah dan sistem kehidupan seperti di surah alfatihah. Itulah manhaj, tidak bisa dipisahkan.

Lalu pemimpin umum membingkai dengan gerakan nawawil Hidayatullah (GNH) sebagai kultur hidup orang hidayatullah. Inilah paradigma gerakan Hidayatullah.

GNH itu apa ? One day one juz, shalat jamaah, shalat lail, zikir pagi sore dan malam, infak, aktif halaqah dan dakwah fardiyah. Itulah paradigma kebangkitan Islam oleh Hidayatullah, dengan mengantar kadernya melakukan internalisasi diri dengan GNH.

Apakah Hidayatullah akan bertahan ? Jawabannya mari belajar dari sejarah, makin baik sistemnya lalu bisa mewarisi konsep dan mencetak generasi yang lebih baik yang ibadahnya mantap serta tersibgah dalam kepemimpinan.

Generasi terbaik generasi awal yang usung peradaban Islam itu dia alim, di abid dan dia mujahid serta menjadi bagian dari kepemimpinan Islam.(fir/habis)

*) Disarikan dari materi yang disampaikan pada Diskusi Peradaban di Masjid Ummul Quraa Hidayatullah Depok



BACA JUGA