Senin, 5 September 2022 | 07:53 Wita

Lupa Duduk Tasyahud Awal Dalam Shalat

Editor: Humas DPW Hidayatullah Sulsel
Share

Oleh: Ust Abdul Qadir Mahmud MA, Kadep Dakwah & Pelayanan Ummat Yayasan Al Bayan Hidayatullah, Makassar

KAJIAN BHULUGHUL MARAM, KITAB SHALAT BAB SUJUD SAHWI, SUJUD TILAWAH DAN SUJUD SYUKUR Hadits ke 349

KAJIAN, HidayatullahMakassar.id — Dari ‘Abdullah bin Buhainah radhiyallahu ‘anhu,

عَنْ عَبْدِ اللهِ ابنِ بُحَيْنَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَلَّى بِهِمُ الظُّهْرَ، فَقَامَ فِي الرَّكْعَتَيْنِ الأُولَييْنِ، وَلَمْ يَجْلِسْ، فَقَامَ النَّاسُ مَعَهُ، حَتَّى إِذَا قَضَى الصَّلاةَ، وَانْتَظَرَ النَّاسُ تَسْلِيمَهُ، كَبَّرَ وهُو جَالِسٌ. وَسَجَدَ سَجْدَتَيْن، قَبْلَ أَنْ يُسَلِّمَ، ثُمَّ سَلَّمَ. أَخْرَجَهُ السَّبْعَةُ، وَهَذَا لَفْظُ الْبُخَارِيِّ
وَفِي رِوَايَةِ مُسْلِمٍ: يُكَبِّرُ فِي كُلِّ سَجْدَةٍ وَهُوَ جَالِسٌ، وَسَجَدَ النَّاسُ مَعَهُ، مَكَانَ مَا نَسِيَ مِنَ الجُلوسِ
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam shalat Zhuhur bersama mereka. Beliau berdiri pada dua rakaat pertama dan tidak sempat duduk tasyahud awal. Orang-orang pun ikut berdiri bersama beliau hingga beliau akan mengakhiri shalat dan orang-orang menunggu salamnya. Beliau takbir dengan duduk kemudian beliau sujud dua kali sebelum salam, lalu beliau salam.”

(Dikeluarkan oleh imam hadits yang tujuh dan lafaz ini menurut riwayat Al-Bukhari) [HR. Bukhari, Muslim, Abu Daud, Tirmidzi, An-Nasai, Ibnu Majah, dan Ahmad].

Dalam riwayat Muslim disebutkan, “Beliau takbir pada setiap sujud dengan duduk lalu beliau sujud dan orang-orang sujud bersamanya sebagai pengganti duduk tasyahud yang terlupakan.”

Faidah Hadits

▪️ Dalam hadits menunjukkan bahwa Rasulullah dalam shalat zhuhur, dimana beliau berdiri dari tasyahud yang pertama dan tidak (lupa) duduk dan diikuti para sahabat.

▪️ Kemudian Rasulullah teringat bahwa beliau telah meninggalkan tasyahud awal [sementara beliau masih dalam shalat]. Oleh karena itulah beliau melakukan sujud dua kali (sujud sahwi) sebelum salam.

▪️ Jika orang yang shalat telah berdiri sempurna di rakaat ketiga dan meninggalkan tasyahud awal, maka tidak perlu dia balik duduk untuk duduk tasyahud, kekurangan tersebut cukup ditutup dengan sujud sahwi.

▪️ Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bisa saja lupa karena lupa itu suatu yang normal pada manusia. Dan hal ini tidaklah berpengaruh buruk pada kerasulannya, justru menjadi pelajaran, petunjuk serta menjadi hokum syari’ah.

▪️ Perbuatan Rasulullah ini menunjukkan bahwa tasyahud awal bukanlah termasuk rukun shalat dan wajib shalat, tetapi termasuk sunnah. Seandainya tasyahud awal dan duduknya dihukumi wajib, maka tentu tidaklah cukup menutup kekurangannya dengan sujud sahwi.

▪️ Dalam hadits ini sujud sahwi dilakukan sebelum salam. Akan tetapi terdapat perincian dari berbagai pendapat ulama, apakah sujud sahwi sebelum salam ataukah bisa sesudah salam.

▪️ Sujud sahwi berlaku dalam shalat wajib maupun sunnah. Disyari’atkan bertakbir sebagaimana takbir intiqal [takbir perpindahan] saat melakukan sujud sahwi.

▪️ Wajib mengikuti imam dalam setiap gerakan shalat, meskipun makmum tidak lupa.
Wallahu a’lam bish shawwab.(*)



BACA JUGA