Sabtu, 6 Agustus 2022 | 15:05 Wita

Spirit Muharram, Hijriyah Berdimensi Iman, Jihad, dan Peradaban. Bag 1

Editor: Humas DPW Hidayatullah Sulsel
Share

Oleh : Ust Dr H Abd Aziz Qahhar Mudzakkar Msi, Ketua Dewan Pembina Yayasan Al Bayan Hidayatullah Makassar

TAUSYIAH, HidayatullahMakassar.id — Potensi melahirkan kekuatan sumber daya manusia terbaik itu ada di pesantren, itulah mengapa spirit Muharram dan hijrah patut digelorakan kepada santri karena ada nilai kebaikan dan kemuliaan yang hendak ditarbiyahkan kepada santri dan ummat secara luas.

Penanggalan Masehi berasal dari kelahiran Nabi Isa dengan berbasis pada terbit dan tenggelamnya matahari. Sedangkan Hijriyah berdasarkan peredaran bulan dan mulai dihitung dari peristiwa hijrahnya Rasulullah dari Makkah ke Madinah.

Sepeninggal Rasulullah para sahabat bermusyawarah perlu sistem penanggalan tersendiri yang dimulai dengan pengusulan, berdasarkan mulai dari kelahiran Rasulullah, ada juga shahaat usulkan supaya dihitung sejak turunnya wahyu. 

Namun kemudian disepakati dihitung sejak peristiwa hijrah Rasulullah karena peristiwa tersebut besar pengaruhnya bagi peradaban Islam. Apalagi berdimensi iman, jihad, dan peradaban.

Berdimensi iman sebagaimana firman-Nya Quran Surah Al Hujurat : 15 “Sesungguhnya orang-orang yang beriman hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjihad dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah, mereka itulah orang-orang yang benar.” 

Pada masa nabi yang mau berhijrah sebagai ukuran keimanan. Hijrah paketnya berjihad. Karena jihad itu dengan harta dan jiwa. 

Semua perintah jihad dalam Al Quran dimulai semua dengan perintah jihad dengan harta sebelum dengan potensi diri dan jiwa. Artinya mana mungkin orang mau serahkan jiwanya jika hartanya saja susah dikeluarkan kepada jalan Allah.

Maka pada masa Rasulullah jihad perang melawan orang kafir ketika di serang, pertama yang diperintahkan keluarkan harta lalu korbankan jiwa. Bagi laki-laki dewasa dan sehat tidak ada alasan untuk tak ikut perang berjihad

Maka dalam Alquran banyak perintah Allah untuk besedekah, berinfak maupun berzakat.(bersambung/fir)

*) Disarikan dari tausyiah Tabligh Akbar Muharram Yayasan Al Bayan Ponpes Hidayatullah Makassar diMasjid Umar Al Faruq, Sabtu (6/8/2022)



BACA JUGA