Minggu, 3 April 2022 | 06:17 Wita

Bermujahadah Raih Keberkahan Ramadhan

Editor: Firman
Share

Oleh : Ust Ir Abd Majid MA, Ketua Dewan Murabi Hidayatullah Sulsel dan Dewan Pembina Yayasan Al Bayan Hidayatullah kampus utama Makassar

HidayatullahMakassar.id — Bersyukurlah kita yang telah disampaikan di Ramadhan ini dan Allah beri berbagai nikmat. Maka manfaatkan karunia Allah tersebut sesungguh-sungguhnya sebagai sarana untuk mendapatkan kemuliaan Ramadhan kali ini.

Kemuliaan Ramadhan sungguh luar biasa tapi tak semua orang yang bisa merasakan dan memanfaatkannya.

Ulama mengatakan jika kita berada di Ramadhan tapi tak menambah kualitas iman maka sungguh sebagai orang yang merugi.

Apalagi suasana Ramadhan membawa kita pada keseriusan beribadah. Maka tak boleh sia-siakan dengan sesuatu yang tak menambah keimanan.

Karena banyak fadilah yang terkandung di bulan Ramadhan ini. Misalnya pahala dilipatgandakan. Amalan sunnah sama dengan ibadah wajib.

Maka mari manfaatkan waktu di Ramadhan ini dengan membaca quran karena suasana Ramadhan itu membuat senang membaca quran.

Perlu mujahadah dan keserusan kita melaksanakan amalan Ramadhan agar bisa meraih keberkahan kemuliaan Ramadhan.

Janji Allah yang besar bagi orang yang berkualitas melaksanakan amalan Ramadhan maka perlu menciptakan puasa berkualitas diisi dengan amalan-amalan zikir, ibadah dan qiratul quran maka akan semakin meningkatkan ketaqwaan kita.

Puasa Ramadhan momentum yang belum tentu kita bertemu selanjutnya. Maka ulama mengatakan jadikan setiap puasa Ramadhan seperti puasa Ramadhan kita yang terakhir.

Gunakan tenaga maksimal maka insyallah hambatan dan tantangan bisa kita hadapi. Sebagaimana Allah berjanji dalam firmanNya, Kalau kita bersungguh-sungguh karena Allah maka akan Allah beri kemudahan.

QS. Al-‘Ankabut Ayat 69

وَالَّذِيْنَ جَاهَدُوْا فِيْنَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَاۗ وَاِنَّ اللّٰهَ لَمَعَ الْمُحْسِنِيْنَ ࣖ

Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridaan) Kami, Kami akan tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sungguh, Allah beserta orang-orang yang berbuat baik.

Maksimalkan pula shalat taraweh. Taraweh berkulitas itu tak mengantuk dan khusuk. Maksimalkan pula nanti 10 hari terakhir untuk memburu lailatul qadar.

Insyallah akan ada perubahan di diri kita berupa karakter dan semakin berakhlak usai Ramadhan.■ fir

*) Disarikan dari tausiah taraweh malam 1 di Masjid Umar Al Faruq Pesabtrwn Hidayayullah Makassar



BACA JUGA