Selasa, 27 Oktober 2020 | 14:20 Wita

Ustad Andi Aladin, Professor Teknik Kimia Pertama PTS dari FTI-UMI

Editor: Firman
Share

HidayatullahMakassar.id — Kepala Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah IX Prof Dr H Jasruddin MSi menyerahkan secara resmi Surat Keputusan (SK) Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tentang pengangkatan sebagai guru besar (GB) kepada Dr Ir Andi Aladin MT IPM di Aula Ridwan Saleh Mattayang LLDikti, Makassar, Selasa (27/10/2020).

Jasruddin didampingi Sekretaris LLDikti IX Drs Andi Lukman MSi menyerahkan SK kepada Andi Aladdin yang didampingi Wakil Rektor I Universitas Muslim Indonesia (UMI) Dr Ir Hanafi Ashad MT IPM mewakili Rektor UMI Prof Basri Modding MSi.

“Yah… UMI lagi UMI lagi, dari 75 pengajuan sebagai GB, 25 orang di antaranya dari UMI. Hari ini salah seorang yang telah disetujui Prof Andi Aladdin. Semoga menjadi motivasi bagi para doktor senior agar kembali ke jalan yang lurus untuk mengurus pangkat GBnya,” ujar Jasruddin disambu tawa hadirin.

Ust Andi Aladin aktif di sejumlah ormas Islam dan komunitas dakwah adalah professor pertama di Fakultas Teknologi Industri (FTI) UMI, sehari-hari mengabdikan diri sebagai Kepala Laboratorium Riset Teknik Kimia FTI UMI.

“Alhamdulillah, beliau setelah 30 tahun mengajar di Jurusan Teknik Kimia, menjadi dosen pertama yang meraih gelar professor, ini pemecah “telur” di FTI UMI yang berdiri sejak 1987 lalu” ungkap Dekan FTI UMI Dr Ir H Zakir Sabara MT yang hadir bersama seluruh jajaran Wakil Dekat FTI dan Ketua Program Studi

Zakir mengatakan penyerahan SK guru besar (GB) ini menjadi berkah bagi FTI UMI yang telah menantikan adanya GB yang lahir dari FTI UMI. “Prof Aladin mencapai gelar GB dengan publikasi dan kompetensi utama dalam bidang pengolahan biomassa untuk kebermanfaatan, utamanya pengolahan sumber daya alam Sulawesi Selatan yaitu kelapa menjadi berbagai produk yang memiliki manfaat lebih,” urainya.

Produk yang dikembangkan antara lain Virgin Coconut Oil (VCO) yang memiliki manfaat kesehatan dan sedang diteliti lebih lanjut mengenai manfaatnya sebagai penghambat menyebarnya Covid-19.

“Andi Aladin juga sebagai professor Teknik Kimia pertama dari perguruan tinggi swasta (PTS) di Indonesia Timur yang diharapkan menjadi inspirasi bagi para dosen FTI UMI dan dosen teknik kimia di berbagai perguruan tinggi lainnya untuk mencapai gelar fungsional tertinggi ini,” tambah Hanafi Ashad dengan nada bangga.

Aladin menjelaskan dirinya mendapatkan pendanaan penelitian selama 10 tahun dari Dikti untuk VCO. Hasilnya telah terbit di jurnal kunci internasional bereputasi dan hasilkan 5 paten. “Sebanyak 2 paten telah terbit dan 3 paten lainnya telah terdaftar dalam proses diterbitkan,” ujar Reviewer penelitian nasional DRPM Dikti tersebut.

Melalui hasil penelitiannya tentang VCO, dosen berprestasi Kopertis IX 2010 ini, dijuluki sebagai Profesor Covid karena VCO berhasil dibuktikannya sebagai produk organik anti bakteri, anti virus dan anti jamur untuk menangkal Corona.

“Alhamdulillah banyak testimoni yang kami terima sejumlah kalangan yang konsumsi VCO terhindar dan sembuh dari Corona,” jelasnya.■ fir



BACA JUGA